ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Komplotan Penipu Bermodus Berpura-pura Sebagai WN Asal Brunei Ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Sabtu, 20 Juli 2019

Jakarta.ZonaXpose.com – Unit 4 Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, menangkap komplotan penipu dengan modus berpura-pura sebagai WNA asal Brunei Darussalam yang hendak menjual 500 unit handphone. Sebanyak tiga tersangka dengan inisial, MH (36), S (45) dan AS (39) ditangkap oleh polisi di lokasi yang berbeda.

“Modusnya tersangka MH dia ngaku WNA Brunei. Dia ngaku WNA yang punya barang hp sebanyak 500 buah ingin dijual,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Kabid Humas mengatakan, para tersangka menyasar korban di mal-mal di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Adapun modus awal penipuan tersebut dengan cara tersangka MH berpura-pura meminjam korek kepada korban. Selanjutnya, MH akan mengajak korban berbincang dan mengaku sebagai WNA asal Brunei.

Lalu, tersangka S datang dan menghampiri keduanya. Ia akan mengaku sebagai seseorang yang bekerja di Pertamina dan teman dari MH. Untuk meyakinkan korbannya, S akan berpakaian rapih selayaknya pekerja kantoran

“(Kemudian tersangka MH) membisiki korban, dia punya handphone 500 unit dan mau jual. Kalau terjual nanti bapak (korban) saya kasih fee 15 persen, tapi syaratnya pinjam rekening. Dengan tipu daya (tersangka), korban menurut dan memberikan nomer rekening,” ungkap Kombes Pol Argo.

Begitu korban terperangkap dalam tipu daya tersangka, korban akan dibawa ke ATM terdekat untuk menunjukkan saldo awal di rekening korban. Saat itu lah, tersangka akan mulai melancarkan aksinya untuk memeras uang dari korban.

“Saat sudah oke, karena diimingi 15 persen (keuntungan) dia (korban dan tersangka) akhirnya masuk ke ATM. Pelaku bilang ke korban cek dulu saldo mu berapa. Korban  masukin kartu ATM dan tekan pin dan pin ini yang diingat sama pelaku,” terang Kombes Pol Argo.

“Saat oke lihat saldo dan keluar lagi kartunya, entah gimana caranya kartunya bisa ditukar dengan yang palsu. Setelah dapat (kartu ATM korban) tersangka pergi,” imbuh Kombes Pol Argo.

Selanjutnya, para tersangka pun langsung menguras kartu ATM milik korban. Adapun aksi tersebut merupakan aksi kelima dari komplotan penipuan tersebut. Di mana dari aksi tipu daya tersebut, ketiganya berhasil mengantongi uang Rp100 juta.

“Mereka ngaku sudah lima kali beraksi dan tiga orang (tersangka) ini pernah ditangkap di Jakarta Utara dalam kasus yang sama,” pungkas Kombes Pol Argo

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan  Pasal 363 KUHP, 378 KUHP dan Pasal 3, 4, 5 junto Pasal 2 ayat (1) huruf P dan R UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemeberantasan tindak pidana pencucian uang. Ketiganya terancam hukuman selama 20 tahun penjara.

(ZonaXpose) 
Share This :

0 komentar