ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Wisata Sejarah Tjong A Fie Mansion Di Kota Medan Banyak Dikunjungi

Sabtu, 27 Juli 2019

Sumatra Utara salah satu daerah provinsi yang banyak menyimpan sejarah dan cerita legendaris serta daerah wisata, salah satunya pulau Samosir danau toba di kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatra Utara. 

Selain pulau samosir di kota Medan Sumatra utara salah satu kota yang banyak memiliki tempat wisata sejarah, salah satunya wisata sejarah di kediaman Tjong A Fie atau Tjong A Fie Mansion di Jalan Ahmad Yani, Medan menjadi satu tempat wisata sejarah yang mengundang penasaran bagi wisatawan. Kediaman Tjong A Fie didirikan pada tahun 1900 dan dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie yang ke-150.

Menurut sumber cerita nama “Tjong A Fie” sendiri berasal dari seorang pengusaha, kapitan, dan bangkir sukses dari Tiongkok. 

Konon cerita semasa hidupnya bangkir tersebut sangat disegani oleh masyarakat dan seringkali menjadi penengah dalam suatu permasalahan antar etnis. Rumah Tjong A Fie yang kini merupakan salah satu landmark di kota Medan benar-benar memperlihatkan keragaman budaya di Medan. 

Medan pun menjadi tempat tinggal berbagai penduduk dari berbagai suku. Baik itu orang-orang Tionghoa, Jawa, Batak, India dan yang lain.

Diketahui bahwa rumah Tjong A Fie ini merupakan sebuah rumah tua yang kini telah berfungsi sebagai sebuah museum. Rumah ini dibangun oleh seorang saudagar Cina bernama Tjong A Fie yang hidup pada rentang waktu antara 1860-1921

Meskipun mempunyai usia lebih dari 100 tahun, bangunan rumah berlantai dua ini masih berdiri megah dan terjaga dengan baik.

Semasa hidupnya, Tjong A Fie dikenal sebagai seorang saudagar kaya yang mempunyai bisnis di berbagai bidang. Mulai dari perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan bahkan perusahaan kereta api. Menariknya, Tjong A Fie tak hanya dikenal sebagai saudagar kaya. 

Namun juga merupakan seorang yang mempunyai sikap dermawan di kota Medan.

Jika dilihat dari desain arsitekturnya, rumah ini memliki perpaduan dari tiga desain yakni Tionghoa, Melayu, dan Eropa.

Hingga saat ini rumah tersebut tetap terjaga nilai sejarahnya sehingag banyak wisatawan yang mengunjunginya. (ZA)

(ZonaXpose)

Share This :

0 komentar