ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Bisakah Kita Segila Jepang dan Islandia Dalam Menjaga Alam ?

Senin, 07 Oktober 2019


Jakarta ZonaXpose.com -  Urusan menjaga alam, ada baiknya mencontoh Jepang dan Islandia. Mereka sungguh-sungguh gila menjaga alamnya!

Jepang dan Islandia merupakan dua negara di Benua Asia dan Eropa. Dua negara ini menjadi destinasi wisata karena punya banyak pesona.

Satu hal menarik dari Jepang dan Islandia adalah soal jaga alam. Kedua negara ini tak kompromi untuk menjaga alamnya, baik dari desa, kota, dan di berbagai tempatnya.

Kita mulai dari Islandia dulu. Islandia merupakan negara kepulauan kecil di Samudera Atlantik, terlepas dari daratan utama Eropa. Luas wilayahnya 102,775 km persegi, dengan penduduk sekitar 300 ribuan orang.

Dalam catatan ZonaXpose Minggu (6/10/2019), lingkungan hidup adalah menjadi prioritas utama Islandia. Mereka begitu menghindari pencemaran lingkungan, termasuk soal sampah plastik, limbah, dan lain sebagainya.

Warga Islandia sangat menjaga alamnya Warga Islandia sangat menjaga alamnya (iStock)

Simpelnya begini, Islandia adalah pulau kecil di tengah-tengah Samudera. Maka, kehidupan negaranya benar-benar bergantung dari bagaimana mereka menjaga alam. Bayangkan jika sungai atau lautnya tercemar, artinya mereka akan kesulitan mendapat air bersih dan ikan-ikan untuk dikonsumsi pun tidak sehat.

Konservasi lingkungan di Islandia bukan hanya digalakkan pemerintah, tetapi juga warganya. Contoh saja, pengelola hotel-hotel di sana.

"Everything we do, we try to do it thinking about our impact on the environment, and by being our guest, you also take part in our journey," itulah kata-kata yang akan turis temui di hotel-hotel di Islandia.

Hotel-hotel di Islandia menggunakan produk pembersih yang ramah lingkungan (dari Nordic swan) dan berbagai perlengkapan di dalam kamar juga memakai katun organik. Setiap hotel di Islandia juga memiliki wadah daur ulang, sehingga apa yang sudah dipakai tidak terbuang sia-sia.

Islandia juga menjaga kebersihan di lautnya

Menariknya lagi, tidak ada botol minuman di dalam kamar hotel selayaknya hotel-hotel pada umumnya. Turis yang bermalam dapat minum langsung di kran, karena airnya sudah terjamin kebersihannya.

Soal polusi udara, Islandia sudah meninggalkan bahan bakar fosil. Tahukah kamu, Islandia memanfaatkan energi hidro (pembangkit listrik menggunakan tenaga air seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun) dan energi goethermal (panas Bumi) yang bersumber dari gunung-gunung vulkaniknya dalam 80 persen kebutuhan hidup warganya seperti untuk listrik.
Jepang yang Gila Menjaga Kebersihan,
Kebersihan dan Jepang tidak akan pernah dipisahkan. Tim ZonaXpose sudah mencari informasi tentang Jepang seperti Tokyo, Osaka, Kobe sampai Hiroshima. Baik di pusat kota atau gang-gang sempit sampai di tempat wisata, semuanya bersih!

Tidak ada sampah berceceran di jalanan. Tempat sampah tersedia lengkap sampai 5 jenis. Malah tempat sampahnya saja sendiri terlihat bagus alias tidak penuh sampah atau bau tak sedap.
Bisakah Kita Segila Jepang dan Islandia untuk Menjaga Alam?Tempat sampah di Jepang ((iStock)

Bagi orang Jepang, kebersihan adalah suatu kebanggaan dan menyangkut harga diri mereka. Mereka tak mau dicap sebagai orang dan sebagai negara yang kotor, apalagi mereka sangat menjaga harga dirinya.

Sejak dini, anak-anak di Jepang diajarkan tentang kebersihan mulai dari di rumah, sekolah hingga lingkungan. Simpel saja, kalau lingkungan kotor bisa merusak pemandangan dan jadi sumber penyakit.

Bagi kamu yang mau plesiran ke Jepang, jangan heran kalau semua tempat di sana bersih. Sampai-sampai yang namanya toilet umum saja benar-benar tak bernoda.

Bahkan saking bersihnya Jepang, menjadi shock culture bagi turis yang datang ke sana.

Sedari kecil, anak-anak di Jepang sudah diajarkan tentang kebersihan,

Satu lagi soal menjaga alam, tahukah kamu ada beberapa tempat di Jepang yang dilarang dikunjungi demi menjaga kealamiannya. Salah satunya adalah Danau Mashu di Hokkaido.

Danau Mashu disebut sebagai danau terjernih di Jepang. Tak ayal, pemerintah Jepang sejak dulu kala melarang orang-orang termasuk wisatawan dari luar negeri untuk menyentuh air danaunya!

Wisatawan hanya bisa melihat panorama Danau Mashu dari ketinggian. Kemurnian danaunya begitu terjaga.

 (A T Amri)
Share This :

0 komentar