ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Biadab 'Dicor di Bawah Mushala, Petani Kopi Kaya Tewas di Tangan Anaknya karena Harta

Sabtu, 09 November 2019
Ilustrasi

ZonaXpose.com -Surono pria berusia 51 tahun terkenal sebagai petani kopi yang sukses di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

Saat panen kopi, Surono bisa mengantongi uang Rp 90 juta hingga Rp 100 juta. Belum lagi pendapatan dari hasil panen lainnya.

Sayangnya hubungan Surono dengan Busani (47), istrinya tidak baik. Kasak kusuk yang beredar penghasilan Surono diserahkan kepada perempuan lain.
Busani yang merasa cemburu meceritakan apa yang ia rasakan kepada Bahar (27) anaknya. Bahar pun memutuskan untuk membunuh ayah kandungnya sendiri.

Akhir Maret 2019. Bahar masuk rumah jelang tengah malam.

Sekitar pukul 23.00 WIB, ia mendatangi Surono yang tidur di kamar depan.  Bahar membawa linggis.
Tanpa banyak bicara, ia memukul wajah bagian kiri ayahnya dengan linggis. Surono mengalami luka parah dan mengalami pendarahan hebat.
Sang ibu yang mengetahui perbuatan anaknya langsung mematikan lampu depan rumah yang dekat dengan kamar Surono.
Selain karena luka berat dan pendarahan hebat di wajahnya, Surono juga memiliki riwayat sakit pernafasan.

Surono pun tewas di tangan anaknya.
Setelah memastikan Surono tewas, Bahar berusaha memindahkan mayat ayahnya. Ia menggotong bagian atas tubuhnya sedangkan Busani, sang ibu memegangi kakinya.
Busani tidak kuat dan memilih melepaskan tubuh suami. Seorang diri, Bahar menyeret tubuh sang ayahnya ke belakang rumah.

(sumber Kompas.com)
Share This :

0 komentar