ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

DPP GAMKI Pembangunan Desa, Jangan Pelihara Pejabat Yang Menonjolkan Isu Perbedaan Sara.

Minggu, 24 November 2019


ZonaXpose.com - Keterlibatan Pemuda Dari Semua Latar Belakang Sangat Diperlukan, DPP GAMKI: Membangun Desa, Jangan Pelihara Pejabat Yang Menonjolkan Isu Perbedaan SARA.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) diingatkan untuk tidak mempergunakan dan jangan menonjolkan isu perbedaan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam membangun pedesaan.
Keterlibatan kaum muda, dari lintas agama dan lintas suku, mesti nyata dalam proses pembangunan desa demi pencapaian Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Unggul, sebagaimana visi misi Presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Waketum DPP GAMKI) Indra Raja Aritonang Rajagukguk, meresponi ketidakhadiran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Adbul Halim Iskandar pada Sidang Pleno II DPP GAMKI, yang digelar di Gedung MPR/DPR, Senayan, pada Jumat (22/11/2019) lalu.

Pengalaman terdahulu, dijelaskan Indra, isu bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) dikuasai dan dikooptasi oleh kepentingan politik dan golongan tertentu sudah sangat santer.
Dia mengatakan, Indonesia dan desa-desanya bukanlah ladang komoditas politik menterinya.
Karena itu, Indra berharap, Kemendes PDTT yang sekarang merangkul dan melibatkan para pemuda, kaum millennial dan generasi muda dari lintas agama, suku, latar belakang dan daerah untuk mengawal dan memberdayakan desa.
“Jangan ada isu SARA di pembangunan desa.
  
Misalnya, isu yang sudah santer, hanya rombongan Menteri tertentu yang dilibatkan dalam Penyuluh Desa. Itu sangat nyata selama ini. Kami juga, misalnya di desa-desa yang mayoritas Kristen, seperti di Indonesia Timur dan daerah lainnya, mesti dilibatkan dan berperan aktif membangun desanya,” tutur Indra Raja, di Jakarta, Minggu (24/11/2019).
Indra Rajagukguk yang juga Relawan Jokowi itu sangat menaruh perhatian terhadap ketidakhadiran Mendes pada Sidang Peleno II DPP GAMKI itu.

“Padahal undangan kegiatan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik, yang juga anggota DPR RI, beberapa hari sebelumnya. Dan Mendes memastikan akan hadir,” jelas Indra.
Indra mempertanyakan komitmen Mendes terhadap pembinaan generasi muda di desa. “Kita kecewalah. Bila janji menghadiri saja tidak dilakukan dan tidak ada yang mewakilkan. Bagaimana kemudian beliau bisa memenuhi janji-janji kerja Jokowi untuk memajukan desa di seluruh Indonesia?” katanya.
Sidang Pleno II DPP GAMKI dihadiri pengurus dari seluruh Indonesia, termasuk dari Indonesia wilayah timur seperti Papua, NTT, dan Maluku Utara. Mereka datang dari jauh, selain untuk menyiapkan program, tentu juga ingin mendengar langsung visi misi pembangunan Presiden melalui pembantunya yaitu Menteri Desa.

“Pak Jokowi sangat peduli dengan pemuda terkhusus generasi milenial. Beliau mengangkat staf khusus dari kalangan milenial, salah satunya Bung Billy Mambrasar, pemuda Papua yang cerdas dan potensial, yang juga merupakan pengurus kami di DPP GAMKI. Kita sangat berterimakasih dengan komitmen Presiden terhadap generasi muda, hal yang seharusnya ditiru juga oleh pembantunya terkhusus Mendes”, ujarnya.
Namun demikian, lanjutnya, GAMKI sebagai mitra strategis pemerintahan yang merupakan wadah kepemudaan gereja yang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, akan tetap konsisten mendukung program pemerintahan Jokowi. Tapi di sisi lain, kami tetap harus kritis, agar roda pembangunan tetap berjalan sesuai keinginan rakyat Indonesia,” ujarnya.

ZonaXpose.
Share This :

0 komentar