ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Konsep Untuk Presiden RI Jokowi Tokoh Dunia Ilmuwan Ini Di Lirik Bank Dunia Segera Launching dan Peresmian Pabrik Perdana Inshaa Allah Akhir Desember 2019

Kamis, 28 November 2019

Akhir Desember, Ja'far Akan Launching Sekaligus Peresmian Pabrik Perdana Biofar Shrimp Skincare Di Sumut menyusul di kepulauan lainnya

Sumut,ZonaXpose.com -Lagi, nama Muhammad Ja'far Hasibuan kembali menjadi buah bibir. Pasalnya, ilmuwan muda dunia penemu obat kulit luar dan dalam bagi hewan dan manusia itu menunaikan nadzarnya akan membangun pabrik perdana Biofar Shrimp Skincare di Sumatera Utara insya allah menyusul di kepulauan lainnya di indonesia

"Alhamdulillah, akad pembelian lahannya sudah kita tunaikan. Insha Allah, akhir Desember 2019 nanti kita akan launching sekaligus peresmian pembangunan pabrik Biofar Shrimp Skincare di Sumatera Utara," kata Ja'far, dengan nada penuh bersyukur, hari ini. (26/11).

Menurutnya, keberhasilannya itu karena berkat kegigihan serta kerja kerasnya selama ini. Tak lupa juga karena doa dari orang tua. "Ya tentu, doa ibu selalu mengalir dalam setiap ikhtiarku," jelas Ja'far.

Perihal pabrik perdana Biofar Shrimp Skincare yang bakal dibangun tersebut, Ja'far masih enggan menyebut jumlah dan  nilai investasinya. Hanya saja dia lirik investor asing dan Bank Dunia membenarkan telah menjual beberapa aset milik pribadinya.

"Insha Allah cukup dan berjalan lancar. Allah maha kaya, kalau niat kita ikhlas dan bisa memberi kontribusi kepada warga indonesia, terlebih dapat membantu mereka dengan lapangan pekerjaaan nantinya, maka berapa pun besarnya investasi akan dimudahkan dan dilancarkan urusannya," ujar Ja'far yakin.

Sebagai bukti rasa syukurnya itu, minggu lalu Ja'far menggelar pengajian, sekaligus mengundang anak yatim piatu, untuk bisa berbagi dan membahagiakan mereka.

"Karena doa mereka (yatim piatu) itulah, saya bisa seperti ini," papar Ja'far terus terang.

Kepedulian Ja'far ternyata tak sampai disini saja. Diam-diam, Ja'far telah membebaskan biaya pembelian obat herbal temuannya itu terhadap banyak orang di Indonesia manfaatnya sudah dirasakan mereka. "Selama masa promo dan pengenalan, saya memang membebaskan biaya obat herbal itu. Mungkin dengan cara seperti ini, saya bisa membantu mereka. Dan banyak yang sudah sembuh memberi kabar, saya merasa ikut bahagia," ungkapnya.

Niat tulus Ja'far ini didasari oleh pertimbangan harga obat-obatan yang kini cukup mahal. Selain itu, banyaknya pasien BPJS yang mengeluh tentang iuran dan biaya obat yang sudah tidak terjangkau lagi, utamanya dialami oleh sebagian orang yang memiliki penghasilan rendah.

"Jadi semata-mata karena Allah, kita bisa berbagi keilmuan. Adakalanya kita tidak bicara bisnis, tapi lebih pada nilai kemanusiaan.  Dan jika nanti Allah berkehendak, saya bisa bertemu Bapak Presiden Jokowi, saya akan menawarkan konsep ini. Setidaknya memberi solusi terkait biaya BPJS," ujar Ja'far serius.

Bahkan untuk maksud tersebut, Ja'far mengaku sudah mempersiapkan konsep itu untuk Presiden Joko Widodo.

Seperti Apa Konsep Untuk Presiden RI Jokowidodo untuk selamatkan Indonesia Darurat Penyakit,menjaga dan melestarian lingkunan tanaman mangruve agar indonesia jauh terhindar bencana sunami di semua pesisir Indonesia dengan di bukanyan Pabrik ini bentuk  keseriusan saya membantu tugas program Jokowidodo Kabinnet Jilid II. 

Alasan Muhammad Ja far Hasibuan yang banyak mendapatkan prestasi tingkat dunia dan diluar negeri “Untuk bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tujuannya mau mempersentasikan hasil reset temuannya yaitu obat herbal yang asli buatan anak bangsa yang di buat dengan cara sangat sederhana dan di akui oleh dunia internasional.
Sebagai warga negara Indonesia, keinginan saya bertemu Pak Presiden bukan semata-mata minta dana, tapi ingin mempresentasikan temuan saya, di hadapan Pak Presiden dan Jajaran Menteri Kabinet Jilid II, sejak Bulan April 2019 kemarin sudah ditunggu, sampai saat ini belum diundang,” lanjut Ja’far.

Salah satu alasannya bertemu Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja Jilid II Indonesia, menurut Ja’far, Indonesia Darurat Penyakit.

“Rakyat sakit Negara tidak bisa kuat” jika ingin negara kuat rakyat harus sehat, dengan cara pengobatan herbal, dengan di buka dan dikembangkannya herbal atau membuka Universitas Herbal di indonesia ini akan bagian dari solusi bagi masyarakat banyak serta otomatis defisit BPJS bisa berkurang, contohnya penyakit Diabetes atau penyakit Gula, kalau dia berobat sama dokter secara kimia, otomatis akhirnya cuci darah, sedangkan kalau pengobatan dengan herbal tidak kena komplikasi.

Contohnya lagi seperti luka, kalau sudah parah, dokter harus amputasi, sedangkan secara pengobatan herbal, tidak perlu amputasi, sehingga tidak jadi beban pemerintah, contah lagi dari penyakit diabetes, bisa kena mata, menjadi buta, akhirnya jadi beban pemerintah dan beban keluarga. Sedangkan semua penyakit bisa dicegah, bisa diobati dan disembuhkan.”ungkapnya.

Lanjutnya secara otomatis rakyat Indonesia, khusus petani herbal, bisa maju dan berkembang, dengan menanam tanaman herbal, dan hasil kelautan, otomatis GNP kita akan makin tambah naik.

Potensi obat herbal di Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar, karena belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia bisa belajar dari negara China yang pengobatan tradisionalnya sudah maju, dimana anak Indonesia,”tambah Ja’far.

Sebut Ja’far, China merupakan negara pengguna pengobatan tradisional terbesar di dunia.
“Pengunaan herbal di China mencapai 50 Persen dari seluruh pengobatan. Umumnya negara di dunia hanya 35 Persen saja,” kata Ja’far, pakar herbal kulit untuk manusia dan hewan ─║uar dan dalam, dimana pemanfaatan herbal di Indonesia sebenarnya bisa mencontoh China, jika studi tentang tanaman obat semakin banyak. Bahkan, obat tradisional akan bisa setara dengan obat sintetik.

Diharapkan pemerintah jilid ke II, dengan program obat herbal temuan Ja’far, masyarakat dan tenaga kesehatan bisa lebih dekat dengan jamu yang bersumber dari hewan dan tumbuhan,” terangnya

Lalu, siapakah sebenarnya Muhammad Ja'far Hasibuan Tokoh Dunia Ilmuwan Indonesia Di Lirik Bank Dunia?

Barangkali ada yang masih belum mengenal sepenuhnya siapa Muhammad Ja'far Hasibuan ini.

Nama Ja'far mulai dikenal sejak dia meraih Juara banyak Kompetisi Nasional Dan International seperti awalnya Juara Umum Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di Perdesaan  Tahun 2016,Juara Umum Santripreneur Indonesia Award 2018 Kategori Boga Tanaman Langka (Olahan Pangan). Penghargaan ini merupakan prestasi ke-24 yang ia capai, setelah sebelumnya telah didahulu oleh berbagai prestasi dan capaian di bidang organisasi kepemudaan serta bidang pemberdayaan masyarakat indonesia maju dan kewirausahaan.

Putra Indonesia asal Sumatera Utara ini makin berjaya pasca dia berhasil Juara 1 Dunia Gegerkan dunia kalahkan 193 negara menyabet medali emas dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Sanghai, China dan WIIPA Special Award  yang digelar pada 16 April -02 Juni 2019.

Usai itu, Ja'far terus berkarya dan mengembangkan produk yang terbuat dari udang khas Pesisir Selatan Malaka yang di sana dikenal sebagai Udang Halus Kecil Segar yang berhabitat di bawah hutan bakau. Menurut Ja'far, di wilayahnya banyak terdapat udang jenis itu.

Inovasinya ini diberi nama sebagai Biofar Shrimp Skin Care. Menurut Ja'far inovasinya itu bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta luka di kulit manusia dan hewan luar dan dalam.

Meski sudah menyandang gelar Ilmuwan muda dunia (Tokoh Dunia) Ja'far mengaku bahwa dirinya bukan lulusan dari keilmuan eksak, seperti kimia atau biologi. Namun ia mengaku bahwa ia sejak berada di bangku Kelas 4 SD  dirinya sudah mandiri biaya sekolah sendiri hingga Kuliah sempat bertahun tahun tinggal pondok gubuk kecil.

"Saya hanya lulusan pesantren, kemudian melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan Bimbingan Konseling (BK)," kata Ja'far.

Ia mengaku sejak ayahnya meninggal dan menurutnya, ilmunya itu merupakan ilmu pemberian dari Allah.

Ilmuwan Dunia  yang  lahir di   Padang Lawas Utara, Sumatera Utara ini memiliki 10 orang saudara, dibesarkan dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana. Berawal dari keterbatasan keluarga, Ja'far tumbuh menjadi pemuda yang gigih dan pekerja keras. Saat ini, Ja'far dikenal sebagai pemuda dengan segudang prestasi yang mumpuni, khususnya dibidang pemberdayaan indonesia dan kewirausahaan.

Penemuannya pun diakui dunia, pasca dinobatkan sebagai pemenang dan berhasil mengalahkan rivalnya di 193 negara menjadi orang pertama di Asia ikut dalam kompetisi itu, Bank Dunia kemudian meliriknya untuk pengembangan usaha yang dirintisnya ini.

Untuk keperluan itu, Ja'far baru-baru ini silahturahmi dengan ayahanda Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

"Alhamdulillah, Bapak Kapolda memberi dukungan moril dan semangat, semuanya demi kemajuan Indonesia Khususnya  Sumatera Utara," tutup Ja'far

Zaenal Abidin CH
Share This :

0 komentar