ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Cerita Pilu Dibalik Indahnya Salju

Jumat, 14 Februari 2020

ZonaXpose.com - Dengan mata terbuka dan senyuman yang indah, anak ini nampak masih bernyawa, namun hakikatnya dia telah meninggal dunia ketika dalam perjalanan untuk mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Afrin.

Jam lima pagi, Sang Ayah menerjang salju dan angin dingin demi mendapatkan perawatan untuk anaknya yang terkena selsema (kedinginan hingga mengeluarkan ingus). Dipeluk anaknya erat-erat ketika angin pagi di musim dingin itu begitu menusuk ke tulang yang paling dalam.

Airmatanya menetes ketika melewati reruntuhan bangunan yang hancur rata dengan tanah dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat yang memakan waktu 2 jam. Sendi dan kakinya terasa kaku karena dingin dengan suhu minus yang melampaui batas. Apalagi dirinya hanya dilindungi oleh kain bekas yang berlubang.

Malangnya setelah tiba di rumah sakit, dia diberi kabar bahwa anaknya sudah mati.

Sang ayah tidak menyadari bahwa anaknya telah tewas sejak satu jam yang lalu, meskipun sang ayah telah berusaha mengambil apa saja yang ada untuk menyelimuti anaknya agar tidak kedinginan.

Inilah nasib anak Suriah.
Penderitaan yang dijalani tanpa henti.
Tak banyak orang yang Peduli.
Rasa sakit dan perih yang diabaikan Dunia.
Ratusan ribu nyawa melayang tanpa pembelaan.

Semoga Allah memberi kekuatan kepada ayah dan ibunya.

Iman Ahmad Laila... usiamu baru setahun setengah, namun penderitaan yang engkau lalui tidak terhitung.
Tempat terbaik sedang menantimu Nak...

Sum FB : 
Care Ummah
Afrin,Syria
13 Februari 2020.
Share This :

0 komentar