Anies Minta Warga Tak Keluar Jakarta dalam 3 Pekan



Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan 267 Lurah dan 44 Camat untuk membahas terkait penyebaran virus corona di Ibu Kota. Salah satu poin yang disampaikan Anies, ia meminta anak buahnya agar mengingatkan warga tidak keluar Jakarta.

"Saya penting garis bawahi, tolong kabari semua warganya, Jangan meninggalkan Jakarta. Sampaikan kepada RT/RW (agar warganya) jangan meninggalkan Jakarta kecuali genting/ urgent, jangan pergi, tahan," kata Anies dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis (19/3).

Anies meminta warganya tidak melakukan perjalanan ke luar kota setidak dalam tiga pekan ke depan. Ia meminta semua aparat dan masyarakat bersama membantu negara agar penyebaran tidak meluas.

"Paling tidak selama tiga minggu ke depan jangan bepergian, bertahan dulu di Jakarta, tunda. Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami oleh tempat tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah," ungkap Anies.

Anies juga mengingatkan anak buahnya melalukan pemetaan dan pendataan warga yang sedang ataupun baru pulang dari negara terjangkit. Kemudian ia meminta anak buahnya menyiapkan tempat sementara untuk karantina bagi mereka yang tidak bisa mengisolasi diri.

"Diimbau juga tidak ikut hadir ke acara acara perkumpulan massa seperti festival, pengajian, pertandingan olahraga, dan lainnya, serta mendorong agar acara ditunda," ujar dia.

Setop Kegiatan Agama

Anies juga meniadakan kegiatan peribadatan yang dilakukan secara bersama-sama selama dua pekan ke depan. Dia mengatakan kebijakan itu diambil atas kesepakatan bersama dengan para pemuka agama yang ada di Jakarta.

"Kedua, kita menyepakati tadi bahwa kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah-rumah ibadah, kita menyepakati untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan," kata Anies dalam konferensi persnya di Balai Kota, Jakarta.

"Untuk sementara waktu kita melakukan selama dua minggu ke depan. Dua pekan ke depan ditunda, nanti kita pantau kondisinya lagi," sambung dia.

Anies mengungkapkan salah satu konsekuensi dari kebijakan tersebut adalah salat Jumat bagi umat Islam terpaksa digantikan dengan salat zuhur di rumah.

"Kalau minggu lalu anjuran kita adalah melakukan salat Jumat dengan membawa sajadah; alat sujud sendiri. Maka hari ini kesepakatannya adalah salat Jum'at di Jakarta ditunda selama dua jumat ke depan," pungkasnya. (Dilansir dari CNN)

Post a comment

0 Comments