ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Anies Rilis Peta Kronologi dan Pergerakan Pasien Corona DKI

Jumat, 20 Maret 2020


Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merilis peta kronologi dan pergerakan pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Dari peta yang disebar di corona.jakarta.go.id tersebut, dapat diidentifikasi pergerakan pasien orang per orang.

Beberapa pergerakan yang disiarkan ialah pergerakan pasien nomor 1 tertulis terkena pertama kali di Paloma Bistro, kemudian bergerak ke rumah kasus 1 dan berujung ke RSPI Sulianti Saroso.

Kemudian pada pasien nomor 54, bergerak dari rumah kasus 54 ke arah praktik dokter. Dari sana pasien langsung berpindah ke Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto.

Pasien nomor 6 terdeteksi pertama kali terjangkit di Klub Dansa Amigos, kemudian ke kawasan Aruba dan kembali ke Rumah Kasus nomor 6. 

Selanjutnya pasien nomor 6 beranjak ke St. Carolus dan akhirnya dibawa ke RSPI Sulianti Saroso.

Tercatat kasus yang ditangani oleh DKI ialah pasien nomor 1,2,3,4,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,18,19,22 dan 54 atau sebanyak 18 kasus positif yang peta kronologi dikeluarkan oleh DKI Jakarta.

Dari laman tersebut juga menambahkan keterangan bahwa tidak semua kasus dibuka. Kasus yang ditampilkan hanya untuk mempermudah visualisasi pergerakan

"Kasus yang dipilih adalah representatif dan detail terkait pribadi personal tidak ditampilkan untuk publik," jelas laman tersebut.

Hingga Jumat (20/3) pukul 11.53 WIB tercatat sudah ada 211 pasien di Jakarta yang dinyatakan positif terkena virus corona. Dari angka tersebut sebanyak 122 dirawat, 13 orang sembuh, 19 orang meninggal dan 57 orang melakukan isolasi mandiri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah mengeluarkan sejumlah imbauan beberapa waktu terakhir. 

Pertama, ia meminta agar masyarakat tidak keluar Jakarta selama tiga pekan mengingat Jakarta adalah kawasan yang paling tinggi persebarannya.

Anies juga meminta agar masyarakat melakukan work from home bagi para pekerja dan mengurangi aktifitas di ruang publik ataupun keramaian. 

Belakangan, Anies juga bersama para pemuka agama di Jakarta mengimbau seluruh kegiatan kegamaan di Jakarta untuk ditunda selama 2 pekan ke depan.
Beberapa kegiatan yang ditunda ialah Salat Jumat berjamaah, kegiatan kebaktian hingga Misa mingguan. Setelah dua minggu berjalan, kebijakan ini akan dievaluasi ulang untuk kebijakan selanjutnya.

SUM
ZonaXpose

Share This :

0 komentar