ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

BREAKING NEWS / Kapolri : Polisi Gunakan Narkoba Harus Dihukum Mati

Kamis, 02 Juli 2020

Jakarta, ZonaXpose.com   - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan bahaya narkotika bisa datang dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dalam bahkan anggota Polri sendiri. Karena itu Kapolri mengingatkan jajarannya untuk tidak bermain-main dengan bahaya narkotika.

"Pak Presiden kemarin sudah perintah kita harus reformasi total. Di narkoba itu saya paling rewel. Bener gak itu pengamanan BB - nya. Cek itu anggota sesekali tes urine benar gak. Karena banyak kejadian begitu. Nah kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati sekalian," tegas Jenderal Polisi Idham, Kamis (2/7/2020).

Kapolri Idham mengatakan polisi yang terkena narkoba hukumannya harus hukuman mati  lantaran sudah mengetahui hukum terhadap penyalahgunaan narkotika.

"Polisi kena narkoba hukuman mati sebenarnya. Karena dia sudah tau undang-undang, dia tau hukum, seperti itu. Tapi ini proses pembelajaran, maksudnya itulah katanya kita harus bercermin pada diri sendiri. Kita harus bagus, bagaimana kita yang memberantas narkoba kalau kita sendiri bagian dari itu," pungkas Jenderal Polisi Idham.

Karena itu, Jenderal Polisi  Idham mempersilakan pimpinan disatuan untuk bertanggungjawab secara moral dengan melakukan pembinaan dan bimbingan anggota. "Silakan, para komandan punya tanggung jawab moral untuk membina, membimbing anggotanya, itu clear," tukas Kapolri.

Selain itu, Kapolri juga meminta Dir Narkoba untuk mengamankan barang bukti dari hasil tangkapan. Dan kemudian rutin melakukan tes urine kepada anggota untuk memastikan tidak terlibat narkoba.

"Saya harus menyampaikan juga kepada semua Dir Narkoba itu saya paling rewel, bener nggak itu pengamanan barang buktinya, ya kan. Cek itu anggota, sekali-kali tes urine, bener nggak? Karena banyak kejadian yang begitu," tukas Jenderal Polisi Idham. (Red)

ZonaXpose
Share This :

1 komentar

  1. Cerita sbntr ndan...
    pada tanggal 13 juni 2019, saya bersama ayah, melaporkan tindakan penipuan dan penggelapan di Polsek
    Trus dri sp2hp yang sya terima itu membingungkan, dan ada oknum polisi yang meminta uang kepada saya,
    Pada tanggal 21 Oktober 2019, saya bersama kakak melaporkan tindakan oknum tersbut ke Polda
    Pada tanggal 04 Desember 2019, anggota Paminal Polda melakukan penyidikan dan mengatakan pada kami sekeluarga sudah menemukan 2 oknum polisi dan ada kemungkinan ad oknum2 lagi,
    Pada bulan Februari 2020
    Saya menerima surat dari polda, di dalam surat tersebut mengatakan melimpah kan kasus ini ke polres...
    Sampai sekarang kasus saya, masih belum ada titik terang...
    Mohon tanya ndan...
    Jika saya membuat video tentang kasus yang saya alami apakah itu termasuk tindak pidana, + masukkanya Ndan....

    BalasHapus